kriwil logo

aldiantoro nugroho. @kriwil. indonesia. part-time programmer. full-time dreamer. elm. linux. ubuntu. python. django. vim. indiana pacers. manchester united. random.

  1. OSX - Windows - Ubuntu Linux

    Di komputer gue ada 3 OS: Windows, OSX, dan Ubuntu Linux. OSX (melalui hackintosh) belum lama gue install. Tentu tidak mungkin menggunakan ketiganya sekaligus. Tapi, sebagus-bagusnya OSX, gue tetap menggunakan Ubuntu gue sebagai OS utama.

    OSX menurut gue adalah sistem operasi yang sangat bagus. Perpaduan antara windows dan linux. Kompabilitas ala windows digabung dengan kekuatan dan kestabilan yang dimiliki linux/unix.

    Hardware

    Sudah sangat jelas, kalau ada suatu hardware baru, pasti ada driver untuk windows. Driver untuk OS lain bisa ada bisa engga. Jadi kompabilitas hardware untuk windows tidak perlu diragukan lagi. Kalau akhirnya vendor memutuskan untuk mendukung OS lain selain windows, sudah pasti OSX. Pertumbuan pengguna OSX kayaknya sudah mulai besar sehingga vendor-vendor merasa perlu memasukkan OSX dalam OS yang mereka dukung. Linux? berharap saja para vendor itu membuka spesifikasi hardwarenya supaya para hacker bisa membuat driver/module kernelnya.

    Contoh nyata, Nokia E71 gue. Di windows, gak perlu repot sama sekali. Install Nokia PC Suite, dan semua proses yang berhubungan dengan HP-nya (sync, backup, dsb) bisa dilakukan dengan mudah.

    Di OSX, gue cuma perlu menginstall plugin iSync yang tersedia di situs nokia. Setelah itu, proses sync pun berjalan lancar.

    Di linux? Gue perlu riset dulu. Harusnya untuk nokia bisa menggunakan gnokii, tapi ternyata HP gue belum didukung penuh. Fungsi yang bisa digunakan pun tidak semua. Untung masih bisa menggunakan multisync untuk melakukan sinkronisasi. Tapi tetap repot. Gue gak pernah lagi sync di linux untuk saat ini. Gak mau repot.

    Working Environment

    Kalau untuk urusan ini, gue rasa windows gak bisa ikutan deh. Entah kenapa, gue (udah) gak bisa koding di windows. Kayaknya gak nyaman aja. Kalau gak terpaksa banget, gue sangat menghindari koding di windows.

    Gue sudah menggunakan linux sejak tahun 2001. Sejak tau yang namanya linux dari lab. Gak lama setelah tau linux, gue dapet cd instalasi redhat 5 dari seorang teman, dan gue langsung mencoba menginstallnya. Sejak saat itu gue jatuh cinta (halah) dengan linux, walau baru menggunakan linux sebagai OS utama sejak 2003. Jadi, walau gak jago-jago banget kalau urusan mengadministrasi linux, gue sudah sangat terbiasa dengan lingkungan linux. Gue tau apa yang harus gue cari dan gue lakukan kalau menemukan masalah. Ya walau gak selalu bisa menyelesaikannya, tapi gue tau keyword yang harus dicari.

    Mungkin, dalam penggunaan linux, bisa dibilang gue seorang power user. Di Gnome, gue selalu menggunakan shortcut-shortcut yang ada untuk mencapai suatu fungsi tertentu. Gue sangat meminimalisasi penggunaan mouse untuk melakukan aktivitas.

    Ketika menggunakan OSX, lingkungannya terasa sangat familiar. Ya karena OSX toh unix juga. Pengguna linux pasti bisa merasakan kemiripannya. Gue mendapatkan terminal dengan Bash sebagainya shellnya. Tampilannya pun bagus (ya, tampilan penting buat gue :P). Dan mengingat kompabilitas hardware yang gue bilang di atas, gue rasa gue mengerti kenapa beberapa orang pengguna linux yang gue kenal pindah menggunakan OSX dan merasa nyaman dengannya.

    Jadi, gue sebagai pengguna linux, memutuskan mencoba berkerja dengan OSX. Tapi, baru mau mulai gue udah merasa gak nyaman. Gue baru sadar, gue sudah terbiasa dengan apt yang ada di ubuntu. Di ubuntu, gue gak pernah menginstall program dengan cara lain kecuali apt. Trus gimana gue mencari program buat edit gambar? Google deh. Ya, di OSX gak ada aplikasi pengedit gambar bagus yang GRATIS. Ada sih gimp, tapi ngapain juga pake gimp di OSX.

    Oke, setelah menggunakan pixelmator versi demo, selanjutnya gue perlu menginstall apache-mysql-php. Caranya? Google lagi. Dapet MAMP. Download, install, test. Lancar. Gak lama, timbul pertanyaan lagi, gimana gue edit httpd.conf? userdir di mana? bla bla bla bla. Pusing sendiri. Dan setelah itu gue putuskan belum saatnya gue menggunakan OSX. Balik ke ubuntu demi kelancaran bersama.

    Kesimpulannya ...

    Untuk bisa menggunakan OSX dengan gampang, emang dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk beradaptasi. Dan gue rasa gue belum mau meluangkan banyak waktu untuk itu. Mungkin kalau ada libur yang cukup panjang gue akan kembali mencoba belajar menggunakan OSX dengan benar. Jadi untuk saat ini OSX cuma untuk aktivitas santai saja.

    Untuk masalah singkronisasi hp, gue lakukan saat boot ke windows ditambah gue menggunakan calsyncS60 untuk singkronisasi calendar ke google calendar. Selain itu phonebook juga gue singkronisasi ke soocial.

    Euh, gue rasa udah kepanjangan dan semakin tidak jelas arahnya. Sebaiknya disudahi saja tulisan ini ...

    — 20081226 – aldi —
If you have any comment, tweet me @kriwil.